Oleh : Pdt. Peres Nekwek, M.Th
Dalam bulletin sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa STTR harus dibangun dengan tiga pilar yang kokoh di kampus ini. Tiga pilar itu adalah Iman, Pengetahuan dan Pengabdian. Iman berhubungan dengan kepercayaan: kita harus memupuk iman seorang hamba Tuhan melalui ibadah: pujian, doa dan puasa serta Firman. Sedangkan Pengetahuan melalui MENGAJAR hermeneutika, biblika, sistematika, historika, homiletika dan praktika. Ini berlaku untuk PAK dan Misiologi juga. Sedangkan Pengabdian dengan praktis mengembangkan karunia / talenta, bakat softskill dan hardskill, menguasai tekhnologi, memiliki kreativitas atau tekhnik memimpin jemaat. Saya sudah menjelaskan apa itu iman, yaitu kepercayaan pribadi atau pengakuan iman kepada Tuhan. Dosen dan Mahasiswa harus ada hubungan pribadi dalam mengikuti kehendak Allah. Kali ini saya menjelaskan tentang pengetahuan. Kita baca Alkitab di kelas dan di kapel tentu berbeda. Di kelas kita baca Alkitab sambil menyelidiki sesuai kaidah-kaidah pendidikan, penelitian ilmiah, sedangkan di kapel kita menimbah firman Tuhan untuk menyiram dahaga kehidupan rohani kita. Ada beberapa prinsip penting secara epistemologi pendidikan teologi di STTR. Kita akui dulu Alkitab adalah firman Allah tanpa salah. Dengan dasar ini kita membaca, menyelidiki dengan seksama karena Allah berbicara kepada kita melalui Alkitab. Alkitab adalah ilmu pengetahuan yang bersifat universal dan menuntun iman manusia kepada jalan kebenaran. Dalam ilmu, presuposisi penting sekali, yaitu dimana kita berdiri. Karena itu sekolah kita bukan sekolah libaral. Sekolah liberal mengakui Allah Satu Pribadi tapi Tiga KEBERADAAN. Sedangkan sekolah Reformed mengakui Tiga Pribadi tapi Satu Keberadaan, yang disebut Allah Allah Tritunggal. Saya selalu menekankan harus percaya dan beriman kepada Allah Tritunggal, yaitu Tiga Pribadi/Oknum/Hipostasia namun Satu Keberadaan / Satu Esensi. Sekolah Liberal mengakui Allah bisa menyelamatkan manusia di luar Yesus Kristus, sedangkan Reformed tidak ada keselamatan di luar Yesus.
Karena itu saya berulang-ulang, baik di kelas, khotbah di kapel maupun seminar-seminar menekankan doktrin Trinitas yaitu Allah itu Tiga Oknum, tapi Satu Sifat atau Satu Hakikat (Yahweh Ekad), baca Yohanes 14:6; 16-20. Teologi Reformed menerima Alkitab adalah Firman Allah, artinya Alkitab adalah kebenaran absolut. Kaum Liberal mengakui Alkitab berisi firman Allah. Alkitab bukan satu-satunya firman Allah, jadi masih ada firman lain di luar Alkitab. Kaum liberal menganggap Alkitab sama dengan buku lain, seperti Apokrifa, injil Barnabas dan injil Thomas, lalu dipakai dalam menjelaskan kebenaran yang sama seperti di Alkitab. Ini poin utama, titik berangkat kita berteologi harus sesuai cara pandang kita. Inilah kesesatan beberapa pendeta, sekalipun mereka setia, namun presuposisinya salah. Jangan ikuti teladan mereka. Alkitab adalah Firman Allah, yang menuntun manusia menemukan Allah dan seluruh kebenaran-Nya. Allah menuntun manusia melalui Wahyu Umum, namun menyelamatkan hanya orang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Memang Allah menuntun dan me- melihara semua umat manusia secara umum. Orang benar maupun orang berdosa di bawah control Allah, ini yang disebut kedaulatan Allah (Sovereignity of God). Ada banyak hal atau misteri yang belum sepenuhnya diketahui oleh manusia, namun pasti Tuhan mengetahui dan mengontrol segala sesuatu. Karena itu dalam Yohanes 3:16 berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ketika kita membangun sekolah tinggi teologi, melibatkan banyak orang dengan gerakan Reformed di Wamena, pasti ada yang tidak senang. Apalagi sebagian orang ini berpikiran sempit melihat perkembangan kampus, mulai muncul iri hati, sentimen dan den- dam. Karena mereka terjebak dalam masalah yang belum mampu mereka selesaikan. Kebencian ini bisa mun- cul karena iblis bekerja tidak di luar sana tetapi di dalam gereja sekarang. Hal-hal yang dianjurkan dalam Alkitab perlu diterapkan. Kita harus akui dan lakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Alkitab terjemahan bisa salah, namun Alkitab “asli” tulisan pertama yang disebut “Tetragramaton” tidak salah. Roh Kudus mengontrol penulis dan proses penulisan sampai sekarang. Hal ini disebut ineransi Alkitab. Mahasiswa harus belajar serius karena beberapa orang akan menjadi penerjemah Al-kitab bahasa daerah, beberapa lagi akan menjadi pengkhotbah dan lainnya lagi menjadi dosen biblika. Ada 7 sifat Alkitab yang perlu anda ketahui, tetapi akan dijelaskan dalam edisi berikut. Berikut ini struktur proses terbentuknya kanon Alkitab.

Integer nec odio. Praesent libero. Sed cursus ante dapibus diam. Sed nisi. Nulla quis sem at nibh elementum imperdiet. Duis sagittis ipsum.