Pada umumnya setiap orang Kristen percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan meningkatkan kualitas iman kepada-Nya. Akan tetapi sebagian jemaat saat ini, kembali minta dukungan penyembuhan kepada dukun, sehingga bertentangan dengan ajaran Alkitab. Hal ini adalah sinkritisme, atau penyembahan berhala. Tetapi bisa melihat pola pelayanan Yesus Kristus dalam kitab Injil Markus menjadi dasar kepercayaan kepada Allah merupakan dasar keyakinan yang kokoh di hadapan Allah.
Secara teologis ditafsirkan dalam makna Kitab Suci tersebut, supaya tanggung jawab orangtua serius berusaha menyelamatkan nyawa anak ini dengan berbagai cara untuk berobat tetapi sama sekali tiak berhasil. Sehubungan dengan ini, sebagai manusia bisa kecil hati karena cukup lama menderita dengan sakitnya di bagian kemaluan, selama dua belas tahun lamanya, tetapi Tuhan kita Yesus Kristus telah menyelamatkan dia dengan kuasa-Nya, sehingga dia sembuh total seperti harapan orangtuanya. Hal ini merupakan suatu mujizat, Dia melakukan tugas-Nya dalam pengabdian sebagai dokter istimewa dari Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Dalam kehidupan kita masa kini, banyak dari kita mengalami sakit sampai dengan meninggal dunia akibat virus Covid-19. Dalam keadaan seperti ini, banyak orang panik, dan mulai khawatir dengan berbagai aspek kehidupan mereka dalam hal sosial, ekonomi maupun dalam keluarga. Tetapi hidup manusia adalah satu anugerah besar, bagi kita sebagai umat pilihan-Nya. Kristus memerintahkan kepada kita berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kita beroleh kekuatan tubuh maupun jiwa karena kita adalah anggota tubuh Kristus dan masuk warga Kerajaan Allah (Lukas 21:36). Dengan ini keluarga besar Sekolah Tinggi Teologi Reformasi Wamena, menghayati makna persekutuan lokal merupakan wadah awal menjadikan budaya dalam setiap rumah tangga Kristen untuk memberi kekuatan baru oleh Roh Kudus.
Dalam pola hidup manusia Koinonia yang menjadi kekuatan menyembuhkan orang sakit. Apabila di antara kamu ada yang sakit harus mengoleskan dengan minyak Tuhan, lalu berdoa dengan iman besar kuasanya, Yakobus 5:12-20. Pola pelayanan para hamba-hamba Tuhan disertai dengan doa menjadi kunci dalam pelayanan maupun kehidupan, agar pengaruh doa banyak berkembang sesuai harapan. Apabila doa di sertai dengan iman sangat besar kuasanya. Di akhir hidup kita masa masa kini, fondasi yang perlu kita bangun adalah doa. Cara berdoa yang diajarakan oleh Yesus Kristus kepada para murid-Nya di dalam Injil Matius 6:9-13 menjadi pondasi yang harus dimiliki dan diterapkan masing- masing keluarga.
Setiap manusia mengalami kesakitan merupakan bagian dari tantangan, dengan berbagai kesakitan menyerang seluruh tubuh manusia, dalam konteks kehidupan kita masing-masing. Bagian ini setiap manusia mengalami kesakitan baik sakit musiman maupun sakit bawaan serta mengalami musibah adalah teman hidup. Keluarga besar STT Reformasi Wamena pernah merasakan kesakitan sampai saat ini. Walaupun demikian, tidak ada cara lain yang dapat menolong kesehatan kita, hanya kepada Kristus saja sanggup menyembuhkan berbagai penyakit.
Tuhan Yesus melayani dengan pastoral konseling khusus orang yang mengalami kesakitan. Dia serius menyembuhkan dengan kuasa-Nya di dunia kegelapan. Kisah nyata pelayanan Yesus menjadi teladan yang sempurna yang diutus oleh Allah (Missio Dei) merupakan karya Allah bagi manusia, agar manusia seutunya beriman kepada Gembala Agung yaitu Yesus Kristus adalah kepala gereja serta mewujudkan visi dan misi-Nya. Dampak pelayan-Nya, berpengaruh sangat besar di tengah-tengah kehidupan orang Kristen dari dahulu hingga sampai saat ini.
Masalah kesakitan merupakan pengaruh kesehatan setiap manusia. Dampaknya pengaruh meng- hambat besar dalam segala aktivitas. Memahami pentingnya menjaga protocol kesehatan supaya hidup kita saat ini satu anugerah besar untuk mewujudkan visi dan misi Kristus. Pentingnya menjaga disiplin membiasakan diri sambil menjalankan tugas dan tanggung jawab atas panggilan-Nya. Pola pelayanan kita disertai dengan doa merupakan kunci keberhasilan, khusus pelayanan pastoral konseling perlu serius dan memberi siasat gerejani adalah obat sebab masalah ini banyak memupuk kehidupan kita masa kini.
Dampak virus corona Covid-19, banyak orang mengalami susah payah berkaitan dengan kesakitan dalam tubuh manusia, berkembang di seluruh dunia sampai banyak orang meninggal dunia. Bagian ini melihat pola pelayanan Yesus mencakup secara holistik, kadangkala pemahaman orang san- gat keliru paradigma pelayanan Yesus terbukti dalam bentuk mujizat di berbagai tempat disaksikan oleh para murid-Nya serta kalangan orang Yahudi. Pemahaman teologi di dalam Yahweh ada kuasa Yesus yang menyingkirkan segala aspek penyakit manusia, sehingga dapat dilihat sebagai perwujudan Gem- bala Agung menjadi teladan yang sempurna.
Buktinya kedua cerita tentang mujizat ini, menggambarkan kewibawaan Tuhan Yesus atas pen- yakit dan kematian. Cerita tentang perempuan itu akan kita lihat, penyakitnya membuat dia najis menurut upacara keagamaan, dan kenajisan itu akan menular kepada semua orang yang bersamanya, Imamat 15:25. Menurut Hukum Taurat Musa, apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya menge- luarkan lelehan ia adalah najis. Kutipan nas Alkitab ini melihat pentingnya kehidupan kita saat ini ban- yak mengalami tantangan terutama terganggu kesehatan akhirnya banyak peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mencegah disiplin melindungi umat Allah dengan tertib. Dalam hal ini Paulus perkata kepada jemaat di Korintus bahwa “segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan tera- tur” (1Kor. 14:40).
Dogma Kristen digunakan dalam Alkitab menjadi sumber pengajaran tetap dan firman Allah yang hidup, yang menjawab segala persoalan bahkan segala pengajaran Agama Kristen merupakan mencakup Amanat Agung. Sehingga janji dan ketetapan Allah dituangkan dalam segala zaman untuk memenuhi perintah-Nya. Jadi hubungan antara pengajaran dan tabib tak terpisah antara dua aspek kehidupan manusia setiap generasi penerus gereja. Dimana kesehatan hidup damai sejahtera perlu memberitakan Injil Kerajaan Allah, agar kebutuhan rohani setiap anggota jemaat menerima di dalam hati yang ber- sukacita. Apabila diantara kita ada yang mempunyai karunia untuk menyembuhkan, layanilah seorang antara yang lain. Dengan cara mendoakan orang sakit, sebab doakan orang sakit adalah perintah Kristus untuk melayani sesama manusia. Sebab manusia adalah mahluk sosial saling membantu dalam segala sesuatu sesuai dengan keperluan masing-masing anggota jemaat yang ada di sekitar kita.

Integer nec odio. Praesent libero. Sed cursus ante dapibus diam. Sed nisi. Nulla quis sem at nibh elementum imperdiet. Duis sagittis ipsum.